Sejuta Inspirasi Untuk Ridho Ilahi

Kalian (Bangsa Indonesia) Pasti tahu arti Penjajahan karena mengalaminya selama 350 tahun

“Apa yang didapatkan Arafat dari perjanjian-perjanjian damai yang dulu ia coba buat dengan Israel, selain Racun yang membunuhnya? Tidak ada! Karena Israel tidak mengenal kata amanah,” begitulah statemen keras Dr Syaidi, Direktur Studi Timur Tengah dalam diskusi interakif di Aula Apung, Universitas Indonesia (UI), Depok, bertema “ The impact of The Arab Spring on The Future of Palestine”, Jumat (27/1). Dalam acara ini hadir pula George Galloway, Pendiri Viva Palestine dan Dr Basyumi Direktur Pusat Kajian Timur Tengah UI sebagai pembicara.

Dr Syaidi sebagai orang Palestina kelahiran Gaza, sudah mengerti betul akan watak dan karakter Bangsa Israel. Baginya, jalan satu-satunya untuk mendapatkan kemerdekaan dan kebebasan di Palestina adalah dengan jihad dan perlawanan bersenjata.

“Inilah yang kita pahami dari ayat-ayat Al-Quran dan ini juga yang kita pahami dari pengalaman kita selama puluhan tahun berjuang. Bukankah al-Qur’an mengatakan kepada kita bahwa Bani Israel adalah kaum pengingkar janji, tidak amanah, dan tidak akan pernah ridho dengan kemerdekaan dan kebebasan muslimin?” bebernya.

Dr Basyuni menekankan pentingnya Pendidikan bagi Rakyat Palestina. Menurutnya,  sebuah Negara dapat dikatakan kuat apabila memiliki pendidikan yang baik. Tidak ada satu Negarapun yang memulai kemajuannya, melainkan lewat pendidikan.

“Negara dapat dikatakan kuat apabila maju dalam bidang Iptek, contohnya jepang,” kata Basyuni .

Sayangnya, masih kata Basyuni, di antara 47 Negara Islam tidak ada satupun yang mempunyai kemajuan dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi seperti Negara-Negara maju. Negara juga dapat dikatakan kuat, apabila maju dalam bidang Militernya. Contohnya Rusia!, Negara ini tidak pernah diganggu oleh Amerika  karena kekuatan militer mereka  membuatnya takut. Sayangnya Negara islam tidak ada yang memiliki militer yang kuat!  Negara juga dikatakan kuat, apabila kuat dalam bidang Diplomasi. Negara Islam tidak ada yang kuat dalam Diplomasi.

“Semua, kuncinya adalah Pendidikan. Palestina akan maju, apabila ditunjang dengan pendidikan yang bagus. Namun, penddidikan tidak bisa berdiri apabila tidak ditopang dengan ekonomi,” tegasnya.

Penjajahan suatu bangsa membuat bangsa yang terjajah tidak memiliki kebebasan dalam melakukan apapun. Hasil buminya dirampas, pendidikan hanya milik sebagian orang, keamanan adalah suatu hal yang jarang sekali dirasakan. George Galloway sebagai Aktivis yang berjuang untuk Palestina, berusaha untuk menyadarkan kita bahwa inilah yang dirasakan saudara-saudara kita di Palestina.

“Kalian pasti tahu apa itu Penjajahan, kalian merasakan itu selama 350 tahun! Inilah yang dirasakan Palestina selama zionis Yahudi tetap bercokol di negeri mereka. pembantaian, kezaliman, perampasan Hak-Hak mereka, dan bermacam-macam kezaliman lain. Siapa yang membantu mereka ketika pembantaian 22 hari di Gaza? Pintu-pintu Rumah mereka dikunci, Penduduk Sipil termasuk wanita dan anak-anak dibombardir dari udara. Tak ada satupun dari bangsa Arab yang membantu, walaupun hanya sekadar mengangkat tangan mereka, menyatakan keberatan mereka terhadap pembantaian yang dilakukan Zionis Yahudi tersebut,” paparnya.

Galloway dalam diskusi ini juga bercerita tentang peranannya di kapal Mavi Marmara yang membawa suplai makanan untuk rakyat Palestina. Dia mengatakan bahwa Ia adalah orang yang paling bertanggung jawab di kapal tersebut. Karena itu Ia merasa paling bertanggung jawab atas terbunuhnya para relawan di Kapal tersebut.

Galloway merasa berkewajiban pergi ke berbagai Negara untuk mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga realwan yang telah ditinggalkan. Ketika dia mengucapkan belasungkawa kepada istri salah seorang relawan, Ia mengatakan, “Anda tidak perlu meminta maaf kepada Saya, tetapi jangan jadikan darah suami saya tumpah percuma,”tegas janda relawan tersebut.

Kemudian untuk lebih menggugah perasaan peserta tentang penderitaan rakyat Palestina, Ia melanjutakan pidatonya dengan bercerita tentang Gadis kecil yang kedua orangtuanya beserta 5 kakaknya dibantai dalam satu malam oleh tentara Zionis Yahudi. Ia mengatakan gadis kecil ini ketika diwawancarai di TV mengatakan,  “Dimana bangsa Arab pemberani yang diceritakan guruku di Sekolah, dimana Umat Islam, membiarkman kami sendirian!!”.

“Siapa di antara kalian yang akan membantu perempuan kecil ini mewujudkan kemerdekaannya? Siapa diantara kalian yang akan mengatakan kepada istri-istri kawan saya yang terbunuh di Mavi Marmara, bahwa darah mereka tidak tumpah percuma? Apakah ada diantara kalian?“ tanyanya ke peserta yang hadir dalam diskusi tersebut.

Inilah George Galloway seorang aktivis yang walaupun tidak pernah mau menjawab pertanyaan tentang agamanya, tapi, berjuang untuk Palestina selama 37 tahun. Lalu dimana kita wahai muslimin?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: