Sejuta Inspirasi Untuk Ridho Ilahi

BAGIAN KETIGA

Tauhid adalah sebagai induk ilmu dan filsafat. Adalah suatu keadaan yang nyata. Berdasarkan kenyataan yang sungguh terjadi, tidak berdasarkan prasangka atau sangkaan-sangkaan yang ternyata didengar dari orang lain.

Pengetahuan tentang kejadian alam semesta beserta isi-isinya adalah pengetahuan dasar untuk “percaya” kepada Tuhan yang Maha Esa untuk “disembah” lalu ditaati undang-undangnya dalam amalan.

Pengetahuan dasar ini yang dinamakan “iman dan Syariat” . Dengan kekuatan wahyu Allah swt didalam Al-Qur’an, Nabi Muhammad membuat definisi-definisi, hokum dan patokan tentang kejadian alam semesta beserta isi-isinya, kejadian manusia beserta sifat-sifatnya dan hakikatnya, asal usul serta tujuan hidupnya dalam masyarakat.

Lalu disampaikan dan diserukkan untuk seluruh umat Manusia supaya beriman kepada Allah swt Tuhan yang Maha Esa dengan hati yang sehat dan pikiran yang sehat agar hidupnya selamat dan bahagia di dunia dan di akhirat.

Al-Qur’an yang berisi wahyu, terwujud dengan sunnah Nabi Muhammad SAW. Dalam wujud masyarakat yang adil dan makmur sehingga essensi “Sunnah Rasul berarti masyarakat Islam yang Demokratis” dapat dipahami.

Dalam arti kemanusiaan yang diartikan dan dibuktikan oleh Sunnah Rasulullah adalah menghormati, menjunjung tinggi sesame Manusia, setiap manusia, segala manusia. Sebab, cinta tanpa menjunjung tinggi, itu tidak mungkin.

Cinta berarti mengakui dan menghormati sesame manusia sebagai pribadi dan tidak boleh menjadi objek, tidak boleh disamakan dengan barang atau benda.

Menurut perkataan dan perbuatan Nabi Muhammad SAW, prikemanusiaan berarti menolak pembudakan, menolak penghisapan, menolak meng-exploiteer  dan memperbodoh manusia, menolak penindasan sesame manusia dan sebagainya. Apa yang tak kau inginkan untuk dirimu sendiri, janganlah itu kau lakukan terhadap sesame Manusia. Cintailah sesame Manusia seperti mencintai dirimu sendiri.

Nabi Muhammad SAW menegaskan, bahwa ; Agama itu akal. Tidak ada Agama bagi seseorang yang tidak berakal. Penegasan Nabi Muhammad SAW tentang itu, inilah yang menjadi eksponen dari pemikiran “Tauhid sebagai ilmu”.

Tauhid sebagai induk ilmu dalam pengetahuan Islam, bukanlah sebagaimana Tauhid di Zaman Jahiliyah yang diambil oleh ahli-ahli piker Barat di abad ke-XVII, dengan penggantian nama yang mereka sebut “deisme” .

Tauhid di zaman Jahiliyah, dilukiskan dalam Al-Qur’an dengan ayat-ayatnya :

Jika kamu tanyakan kepada mereka : “siapakah yang menjadikan Langit dan Bumi dan menundukkan Matahari dan bulan?” Tentu mereka akan menjawab : “Allah”

(QS Al-Ankabut ayat : 61)

Jika kamu menanyakan kepada mereka : “Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?” Tentu mereka akan menjawab : Allah” (QS Al-Ankabut ayat : 63)

“…Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah, mereka berkata : “kami tidak menyembah mereka, melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya” (QS Az-zumar ayat : 3)

Bukankah itu menunjukkan bahwa Kaum Jahiliyah pada masa Nabi Muhammad SAW itu percaya dan mengaku bahwa Allah swt itu Tuhan .

Lantas mengapa mereka diberi nama Musyrikin (orang-orang yang menyekutukan Allah) ?

          Karena mereka hanya berpedoman pada “Tauhid Rububiyah” saja.

Didalam Islam, Tauhid dibagi kepada Enam (6) bagian :

  1. Tauhid Rububiyah
  2. Tauhid Uluhiyah atau Ubudiyah
  3. Tauhid Sifat
  4. Tauhid I’tikaad
  5. Tauhid Quali
  6. Tauhid ‘Amali

1. Tauhid Rububiyah

          ialah Tauhid Ke-Tuhanan. Dan maksudnya ialah mengaku tidak ada yang menjadikan Langit dan Bumi beserta isi-isinya melainkan Allah swt.

Tauhid ini ada pada kaum Jahiliyah. Malahan hamper banyak bangsa Kafir di Dunia ini yang mengaku demikian. Dalam abad ke-XVII, Tauhid Jahiliyah ini banyak dianut oleh ahli-ahli piker di Barat. Diantaranya dari Jerman yaitu Immanuel Kant (1724-1788) . Hanya J.J. Rousseau dalam “The Social Contract” yang mengakui bahwa Tauhid Islam kepercayaan Agama berdasarkan kekuatan hokum yang Sah.

2. Tauhid Uluhiyah atau Ubudiyah

          ialah Tauhid ibadah. Beribadah, berdoa, memohon, merendah, takut, dan lain-lain hanya kepada Allah swt. Dan tidak menerima hokum dan ketetapan perkara yang Ghoib melainkan dari Allah swt.

Tauhid ini tidak dijalankan pada kaum Jahiliyah. Tidak pula dijalankan (setelah kitabnya mengalami perombakan atas hawa nafsu) oleh Agama Nasrani (Kristen/katholik) dan Agama Yahudi, lantaran hokum-hukum halal dan haram (berhubungan dengan Agama), mereka terima dari ketua-ketua atau pendeta-pendeta mereka.

          “Rasulullah SAW : Bukankah apa-apa yang diharamkan dan dihalalkan oleh pendeta-pendeta itu kamu terima? . Mereka menjawab : Betul, kami menerimanya”

 

Dalam Masyarakat Kaum Muslimin di zaman sekarang, akibat pelajaran-pelajaran Tauhid yang haram itu, tidak sedikit orang0orang yang beranggapan demikian. Oleh sebab itu, ber-Tauhidlah yang sungguh-sungguh. Jangan menerima Hukum dan Keputusan Agama kecuali yang disertakan dalilnya dari Al-Qur’an (..yang tidak diragukan QS Al-Baqarah ayat : 2) dan dari Sunnah Rasul/Hadist yang shahih .

……………………………………………………………

Dalam pengakuan hanya Tuhan yang satu itu yang disembah, dipuja, dan disanjung. Maka dalam penyembahan berlakulah hokum-hukum Demokrasi cara menyembah yang mula-mula diatur oleh hokum Thaharah (bersuci) dari hadast besar hingga hadast kecil. Pakaian dan tempat pun wajib suci. Dengan demikian, “niat” yang suci dalam menyembah Tuhan yang Suci mempunyai efek taqwa yang baik sekali bagi raga dan jiwa manusia. Seperti yang diterangkan oleh Prof. Dr. Omar Rolf Ehrenfies :

Yang artinya :

“Banyak orang Muslim yang menghargakan bersuci yang disyaratkan itu hanya sebagai pencucian badan tubuh semata. Sedangkan sebenarnya, pencucian yang dilambangkan saja pun sudah menjadi persiapan rohani, yang oleh ilmu jiwa Modern sekalipun tak akan terbaiki lagi. Disini kita dapat contoh dari lambing yang berpengaruh aktif. Lambang ini tidak membantu pengertian yang sadar melainkan membantu keadaan rohani yang tak sadar dari mereka yang Ber-Iman”

Apa yang diterangkan oleh sarjana ini, adalah sebagai bukti-bukti yang nyata dengan apa yang diterangkan oleh Nabi Akhir Zaman Rasulullah SAW :

“Barangsiapa yang berWudhu dengan sempurna, keluarlah dosa-dosanya dari seluruh tubuhnya”  (Hadist Riwayat Muslim)

….

Pertama kali, tubuh mesti suci dari hadast besar dan hadast kecil. Kedua, pakaian mesti suci dan bersih serta menutup aurat. Ketiga, tempat ibadah-pun mesti bersih dan suci . Dalam soal pakaian dan tempat ini, telah menimbulkan soal ilmu pertanian untuk menanam kapas dan benang, ilmu menenun, ilmu kimia. Begitu pula dengan tempat, timbullah ilmu tentang pembangunan .

Begitulah tiap individu muslim dalam shalatnya, keseluruhan jiwa dan raganya telah diserahkan sepenuhnya kepada Tuhan yang Maha Esa dalam sujud. Untuk membina rasa cinta kepadaNya dalam hidup kesatuan Islam yang terpimpin oleh seorang Imam.

Apakah arti sujud ini ? Apakah Manusia saja yang diperintah untuk bersujud kepada Allah swt ?

“Dan kepada Allah sajalah ber-sujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan juga para malaikat, sedang mereka tidak menyombongkan diri. Mereka takut kepada Allah yang berkuasa dan melaksanakan apa yang diperintahkan” (QS An-Nahl ayat : 49 – 50)

“Hanya kepada Allah-lah sujud segala apa yang di langit dan di bumi ..” (QS Ar-R’ad ayat : 15)

Dari kedua ayat suci ini, dapat dipahami menurut pengertian yang diberikan Allah sendiri, bahwa sujud itu :

  1. Tidak Sombong
  2. Takut hanya kepada Allah SWT yang Maha Kuasa
  3. Taat dan Ridho diperintah dan dilarang hanya oleh Allah SWT
  4. Tidak membantah
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: