Sejuta Inspirasi Untuk Ridho Ilahi

BAGIAN KEDUA

“Dan Sesungguhnya kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al-Qur’an) kepada mereka yang kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan kami ; menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman” (QS Al-A’raaf ayat : 52)

..

“Dan perumpamaan-perumpamaan ini kami buatkan Al-Qur’an untuk ummat Manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu” (QS Al-Ankabut ayat : 43)

..

Dari keterangan kedua ayat tersebut yang menjadi Dalil yang kuat sekali dasarnya, bahwa hubungan “Iman” dan Ilmu Pengetahuan tidak dapat dipisahkan.

..

“Agama merupakan Unsur Mutlak dalam usaha-usaha Nation Building” (Ir.Soekarno)

..

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka (Kafir) tanda-tanda (Kekuasaan) kami di segenap Ufuk dan pada diri mereka sendiri. Sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya dia menyaksikan segala sesuatu” (QS Fusshilat ayat : 53)

..

“Hai Kaum Jin dan Manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah. Kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan” (QS Ar-Rahman ayat : 33)

..

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang Khusyu dalam Shalatnya. Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tiada berguna. Dan orang-orang yang menunaikan Zakat. Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka ; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang dibalik itu (Zina), maka mereka itulah yang orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. Dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, yakni yang akan mewarisi Surga Firdaus dan mereka kekal didalamnya” (QS Al-Mu’minun ayat : 1 – 11)

..

“Katakanlah : “Dialah Allah, yang maha esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepadanya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengannya” (QS Al-Ikhlas ayat : 1 – 4)
…………………………….
 
Ilmu Mengenal Allah , adalah menjadi :
” Ilmu Dasar Dari Segala Jenis Ilmu Pengetahuan “
 
Tuhan yang maha esa yang menciptakan segala alam beserta isinya. Dan untuk keselamatan Manusia dan kemanusiaan, maka diutuslah manusia-manusia pilihan dan istimewa. Yaitu Para Nabi dan Para Rasul setiap pelosok dan Negeri dimana ada Manusia. Untuk memberitahukan dan menjelaskan bahwa segala ciptaannya, Gunung, Hutan, Bulan, Bintang, Matahari, Sapi, Ular, Petir, Manusia, Jin, dan segala yang ada di Langit dan di Bumi semuanya bukanlah Tuhan . Melainkan Allah-lah Tuhan Alam semesta beserta isinya . Allah-lah Maharaja dari segala raja . Allah-lah Maha segalanya .
 

Nabi-nabi dan Rasul-Rasul yang di utus Tuhan yang Maha Esa, mula-mula sifatnya menurut dasar hukum-hukumnya (Evolusi), ialah diutus pada satu-satu kaum (Bangsa) untuk mengajari, mendidik, dan menjelaskan tentang Tauhid kepada Bangsa itu. Nampaknya lebih banyak yang ingkar daripada yang taat, sehingga bangsa-bangsa itu di azab oleh Allah dengan Bencana-bencana besar yang bukti-buktinya diakui oleh ilmu pengetahuan Modern sekarang (Archeology).

Akhirnya Allah mengutus Nabi dan Rasul Penutup yang tidak ada lagi setelahnya, yaitu Nabi Muhammad SAW untuk seluruh Umat Manusia dan Jin di seluruh muka bumi ini, bukan hanya untuk beberapa Bangsa, tapi SELURUH .

Melalui wahyu Allah swt yang disampaikan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad yang termaktub dalam Al-Qur’an.

Kalau tidaklah karena wahyu dari Allah swt (Al-Qur’an), sungguh kita tidak dapat mengetahui bagaimana Allah itu adanya .

Pokok-pokok yang menjadi dasar ilmu pengetahuan mengenal Allah swt (Tauhid) yang berasal dari wahyu-wahyu Allah yang bersumber pada ajaran iman dan syari’at sudah dilaksanakan dan dibuktikan sebaik-baiknya oleh Nabi Muhammad SAW untuk memperkuat pribadi Manusia dalam Hal :

  1. Cinta Kasih
  2. Fakr ; sikap acuh tak acuh terhadap apa yang disediakan oleh Dunia ini, sebab bercita-citakan yang lebih agung lagi. Tegasnya, Fakr berwatakkan “Sunyi dari segala Sifat mementingkan diri sendiri
  3. Keberanian dalam Kebenaran
  4. Hidup dengan usaha dan nafkah yang halal dan barokah
  5. Mengerjakan Kerja yang Kreatif dan Jujur

Menurut Al-Qur’an, sumber ilmu mengenal Allah swt (Tauhid) adalah nyata diterangkan, bahwa alam benda (nyata) dan alam rohani (Ghaib) ini bekerja dan bergerak menurut satu sistem yang mengitari suatu pusat yang melingkupi segalanya .

Tidaklah ada diseluruh alam ini yang bekerja dan yang letaknya bebas dari pengawasan pusat ini .

Pusat ini adalah Allah SWT . Tuhan yang ada sendiri dan tanpa diciptakan . Tidaklah ia bergantung kepada siapapun apa saja untuk menjalankan maksudnya. Tidaklah ia dilahirkan dan tidak pula melahirkan. Tidaklah ada yang sama dan persis dengannya .

Tauhid dalam pandangan ilmu sosiologi adalah berupa satu kepercayaan yang menyatupadukan berbagai unsur yang berbeda-beda, demikian juga golongan-golongan yang berlainan watak dan sifatnya .

Tauhid mengandung asas amal dan membentuk dasar “Grundwissenschaflicht” yang kuat bagi kemajuan umat manusia dalam akhlak, ilmu, dan teknik, hingga merupakan “Manusia itu berasal dari masyarakat yang satu” “Dari jiwa yang satu” (QS Al-Baqarah ayat : 218 dan QS An-nissa ayat : 1) yang diutamakan dalam Tauhid.

( Oleh : Fahmi Sulaiman )

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: